PUTRI SANG SEMESTA

Aku hanya bagian dari semesta. Mampukah aku menunaikan tugas-tugasku sebagai bagian dari alam semesta? Aku tahu, jiwaku akan tetap mengembara, mencari & mencari, makna hakiki....... Tapi aku yakin, bila aku berbuat untuk membantu sesama dengan tulus & ikhlas, alam semesta pasti akan mendukungku.

Monday, February 20

SUATU FASE PERJALANAN HIDUPKU



Pernah dulu dalam suatu saat, hidupku dipenuhi hari-hari dengan air mata & kesedihan.
Sampai suatu saat, aku pernah bertanya pada Tuhanku,…….
Apakah memang aku ditakdirkan harus bernasib dengan kesedihan sepanjang waktu????

Tapi untung dalam kesedihanku, aku masih punya kekuatan untuk menghibur diriku sendiri. Dan berkata pada Tuhanku, kalau memang ini ujian buatku,….buatlah aku tabah menjalaninnya. Karena tetap ada keyakinan pada diriku, pasti ada suatu rencana lain disebalik semua yg terjadi pada diriku.

Kadang, kalau aku ingat-ingat hal yang lalu, rasannya seperti tidak mungkin aku mampu menjalaninnya. Tapi itu sisi lain dari diriku yg cukup aku kenal dari kepribadianku.
Aku, bisa ikhlas dan menikmati hidup dengan caraku sendiri. Hingga aku tetap merasa tak ada yg salah, dan merasa nyaman saja dengan kondisi apapun bila hanya menyangkut masalah kesulitan hidup yg berupa materi.
Pernah suatu saat dengan punya bayi pertama hidup terpisah dengan suami, selama 7 bulan ikut dengan orang tuaku.
Padahal saat itu, orang tuaku dalam kondisi yang sangat sulit, karena tertimpa musibah sehingga perusahaannya bangkrut sampai yang terparah. Semua habis terjual & masih meninggalkan piutang.
Aku pernah, bersama orang tuaku, dalam 6 bulan tiga kali pindah rumah kontrakan. Bukan bosa, tapi karena di usir dengan pemiliknnya karena tidak mampu membayar. Dan pernah pula untuk makan, terpakasa hutang beras. Dan untuk teman nasi, kami makan sayur kangkung yg tumbuh liar yg ada dihalaman belakang rumah-rumah tetangga. Tapi heran, aku cuek saja dan merasa nyaman-nyaman saja, asal bukan mencuri pikirku.
Mungkin, kalau aku bercerita pada teman juga murid-muridku yang melihat kodisiku saat ini, mereka pasti tidak akan percaya, kalau pernah berjualan lontong sayur didepan rumah kontrakan bapakku sambil menggendong bayi, anak pertamaku.

Wah,…terlalu cape untuk diceritakan semua, juga bila mengingat ujian terberat yg terjadi padaku, yg hampir membuat aku down, yaitu saat aku tahu ( setelah 3 tahun menikah ) bahwa sebenarnnya aku hanya istri kedua. Suatu kesedihan yg luar biasa, karena aku sangat mencintai suami. Dan saat menikah, yang aku dan keluargaku serta keluarganya sendiri tahu, dia adalah laki-laki lajang. Sakit sekali, perih, menangis dalam batin. Dan Allah belum juga berhenti memberi ujian terberat. Disaat aku masih menangis dan belum punya kejelasan akan terus berumah tangga dengan suamiku apa tidak. Satu bulan setelah terbongkar kebohongan suami yg ditutup-tutupi, Allah mengambil buah hatiku, putri keduaku “YOVALIA ALMIRA SALMA” dipanggil kembali ke sisi Nya.
.
Ya, Allah, kali itu dalam seumur hidup aku protes pada Tuhan. “ Ya Allah, untuk apa Engkau ciptakan aku. Buat apa aku di lahirkan ke dunia, kalau hanya diberi kesedihan dan kesusahan sepanjang waktu?”
Aku menangis,…..aku bersedih, aku marah pada Tuhan………….
Lalu aku melakukan hal-hal yg aku tahu tidak akan disetujui oleh Allah. Aku melakukan banyak dosa, melanggar semua larangannya Aku capai, aku lelah, aku menangis dan aku menghujat!!!!!!!


Akhirnya……………

Suatu hal yang saat ini aku syukuri, berupa harta yang tidak ternilai dengan apapun, adalah memiliki kedua orang tua yang luar biasa bijaksana ( Alhamdulillah ).
Dalam kondisi sulit,….Bapakku tetap menunjukan kebaikan budi dan kebijaksanaan yang luar biasa sebagai contoh buat aku yang telah menjadi orang tua juga Dia selalu mengatakan padaku, do’akan suamimu, jangan pernah mengabari kesulitan hidup kita disini ( saat itu aku tinggal di Tg,Pinang, suami di Jakarta ). Dan jangan pernah minta kiriman, biar uang bisa dia gunakan untuk persiapan tempat tinggalmu nanti, ( walaupun sampai aku kembali, tempat tinggal itu tidak ada ).
Dalam hal ini, aku tidak menceritakan kejelekan suamiku, karena saat ini aku sadar, dia hanya salah satu objek Tuhan untuk memberi ujian hidup buatku.

Aku tidak tahu, apakah aku termasuk orang yang lulus dalam ujian hidup yang Allah berikan. Yang jelas, aku sekarang merasa mendapat banyak manfaat dan menjadi lebih kuat. Yang tadinnya aku menangis,….sekarang aku bias tersenyum menghadapi hidup.
Aku sudah berhasil mempertahankan perkawinan hamper 16 tahun sampai saat aku menulis kisah ini.
Hal yang tadinnya aku rasa sangat mustahil bisa terjalani. Mengingat begitu berat ujian dalam menjalani bahtera perkawinan juga kehidupan..

Setelah mampu melewatinnya sampai saat ini,………….
Akhirnya aku selalu memohon ampunan, karena pernah menggugat Tuhanku. Ternyata, tiada suatu kejadianpun yang tak luput dari rangkaian rencana panjang kehidupan buat ku, juga buat tiap umat Nya.

Sekarang aku menyadari, justru UJIAN HIDUP terberat yang pernah aku dapat, adalah suatu ANUGRAH terbesarnya buat aku. Karena dengan melewati itu, aku menjadi matang, bijak, sabar, ikhlas dan bisa menghargai kenikmatan walau sangat kecil nilainnya.

Rupannya kejadian masa lampau, sangat berdampak besar dengan pekerjaan baruku yang tiba-tiba datang sebagai talenta, yaitu sebagai TAROT Counsellor.
Dengan pengalaman hidup yang berat dalam menjalani biduk rumah tangga yang berjalan dengan penuh liku dan tantangan, aku dapat jadi teman sharing dalam membahas persoalan hidup yang menyangkut persoalan rumah tangga dengan para client TAROT ku. Itulah bagian hikmah yang aku dapat dan baru aku sadari kini.

Terakhir……
Ternyata hidup itu indah, kalau kita bisa membuatnya menjadi indah,…..
Bagaimana caranya menikmati hidup? Jalani semua dengan rasa ikhlas, syukuri apapun yang tejadi pada kita sebagai sebuah rahmat. Punya uang atau tidak,….orang tidak akan bisa menebakku, karena aku bisa membuatnya menjadi sebuah karunia,…..
Jadilah diri sendiri, nikmati hidup sebagaimana adannya yang bisa dinikmati….
Ukuran kebahagiaan tiap manusia berbeda. Tergantung dari sisi mana mereka mengambil tolok ukurnya
Orang yang selalu bisa bersyukur dengan apa-apa yang dimilikinya, adalah orang-orang yang bisa menikmati hidup, dan mereka adalah manusia yang paling bahagia dimuka bumi ini.

Selamat menikmati hidup……
Jadilah seorang Insinyur handal dalam bidang perencanaan hidup…..

Be yourself……………..

Cibinong 20 February 2006

With Love.............




7 Comments:

Blogger jb said...

jika saya mencintai hingga menyakitkan, maka tak ada luka yang ada hanya mencintai lebih dalam lagi. by Mother Teresa from Calcuta.

[B]

2/21/2006 7:01 PM  
Blogger jb said...

jika saya mencintai hingga menyakitkan, maka tak ada luka yang ada hanya mencintai lebih dalam lagi. by Mother Teresa from Calcuta.

[B]

2/21/2006 7:01 PM  
Blogger jb said...

This comment has been removed by a blog administrator.

2/21/2006 7:01 PM  
Blogger apelgede said...

wow kisah hidup yang cukup mengharukan dan membagakan. salut buat mbak erva

12/04/2006 1:40 PM  
Blogger apelgede said...

saya teman yang ada di facepic

12/04/2006 1:41 PM  
Anonymous sekarlangit said...

Aku mempelajari satu hal. bila kita sedang menghadapi masalah, dalam doa kita janganlah meminta kepadaNYA agar melapangkan jalan, tetapi mintalah keteguhan agar bisa menjalaninya. saat kita berhasil memaluinya... dalam kehidupan kita sudah selangkah didepan. semua hal negatif selalu ada sisi positifnya, dan semua hal positif selalu ada sisi negatifnya.
terserah bagaimana kita memandang sekuntum mawar merah yang cantik, sebagai bunga cantik yang berduri...? atau sebagai bunga berduri yang cantik. hanya permainan kata... tapi... coba pikirkan dengan hati...

4/23/2007 8:01 PM  
Anonymous hanif said...

thank for sharing kisah hidup yang sangat inspiratif.
suatu yang sangat berharga, bila kita bisa mengambil hikmah dari musibah yang menimpa kita. juga kesalahan2 yg pernah kita perbuat, bukan berarti menutup pintu tobat.

4/30/2008 10:09 AM  

Post a Comment

<< Home